Peningkatan Kualitas Sanitasi Lingkungan di Desa Babakanraden

Authors

  • Ade Reza Haryadi Administrasi Publik, Universitas Krisnadwipayana
  • Anisa Pramitasari Administrasi Publik, Universitas Krisnadwipayana
  • Indri Yani Administrasi Publik, Universitas Krisnadwipayana
  • Indri Yani Administrasi Publik, Universitas Krisnadwipayana

DOI:

https://doi.org/10.61332/windradi.v1i1.454

Keywords:

Modal sosial, Pemberdayaan masyarakat, Sanitasi lingkungan, sanitasi total berbasis masyarakat, keberlanjutan program

Abstract

This research was conducted in BabakanRaden Village, Cariu District, Bogor Regency. This is considering several key issues that occur, such as the lack of empowerment regarding how to create and improve a clean and healthy environment by providing knowledge related to Community-Based Total Sanitation (STBM). The results of the KKN activities can be explained and described by the role of community social capital as a form of local population knowledge regarding the importance of environmental sanitation. The process of increasing community knowledge in improving environmental sanitation is carried out through four approaches, namely preparation, socialization, mentoring, and evaluation. Based on the results of these activities, it can be concluded that increasing awareness and character of the community in BabakanRaden Village can be formed and have sustainability through regular socialization and mentoring programs by related parties. In the process of increasing knowledge of good environmental sanitation, mentoring and socialization are in the form of stopping the habit of defecating in the open, getting used to washing hands with soap, planning the construction of toilets, paying attention to the layout of buildings with residences, clean water sources and food sources for local residents, and raising awareness of the importance of maintaining the cleanliness of the local environment and oneself for a healthy life.

References

Anwar Daud, 2010. Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan. Universitas Hasanudidin. E-Jurnal Medika, Vol 6 No 5, Mei 2017, Hal 12-20

Amir,nurmaida 2013 karakteristik lingkungan kumuh tepian. Aulianissa,D.2013Pemukiman Kumuh Di Kota Bandung

Daud, Anwar. 2011. ... Brawijaya. Supriadi. 2008. Hukum Lingkungan di Indonesia. Jakarta: Sinar Grafika.

Ficher Tambuwun, 2015. Hubungan Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Manado. “ E- Journal Keperawatan ( EKp)

Gelbert M,Prihanto D, Dan Suprihatin A, 2013. Konsep Pendidikan LingkunganHidup Dan ” Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Pendidikan Dan Perilaku Kesehatan. Rineka Cipta. Jakarta.

Rahman, H., & Patilaiya, H. La. (2018).

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat untuk Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat. JPPM (Jurnal Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat), 2(2), 251. https://doi.org/10.30595/jppm.v2i2.2512Wall Chart ”. Buku Panduan Pendidikan LingkunganHidup, Pppgt/Vedc, Malang.

Punaji,Setyosari. 2010. Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta Kencana’.

Slamet, 2014. Faktor Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Gayaman Kab. Mojokerto, Jurnal Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Majapahit Mojokerto.

Saleh, M & Rachim, L.H. 2014. Hubungan Kondisi Sanitasi Lingkungan Dengan Kejadian Diare Di Wilayah Kerja Puskesmas Baranti Kabupaten Sidrap. Jurnal Kesehatan Volume Vii No.1Pemberdayaan Masyarakat Undang- Undang No.1 Tahun (2011) Tentang Perumahan Dan Kawasan Pemukiman UU No. 36 Tahun (2009) Tentang Kesehatan

Downloads

Published

2023-12-28

How to Cite

Ade Reza Haryadi, Anisa Pramitasari, Indri Yani, & Indri Yani. (2023). Peningkatan Kualitas Sanitasi Lingkungan di Desa Babakanraden. WINDRADI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 39–46. https://doi.org/10.61332/windradi.v1i1.454